Saya tidak pernah merencanakan hidup saya seperti apa? saya hanya pernah berpikir saya jadi ini, jadi itu...dan itu hanya sebuah khayalan...Aku dilahirkan dari keluarga yang serba kurang, dari kecil hingga beranjak SD kami hidup dengan apa adanya layaknya kehidupan orang dikampung pedalaman yah begitulah... sejak saya dilahirkan, saya tidak tahu sosok ayah kandung saya, karna saya berumur 2 minggu ayah saya meninggal tertimpa kayu sewaktu berladang dan ceritanya sangat tragis dan kalo saya ceritakan mungkin seperti Legenda dan simpang siur... kadang saya juga gak ngerti...setelah saya berumur kira-3-4 tahun ibu saya menikah lagi dengan sepupu 2 kali dari ayah kandung saya, dan perlu pembaca ketahui latar belakang ayah kandung dan tiri saya adalah dukun yang sangat terkenal di zaman nya. Sesuatu yang mukjizat Tuhan ayah tiri saya menjadi Kristen, dan sampai saat ini dia terkadang disuruh untuk membawa Firman Tuhan di Ibadah2 dan kesaksian2 tentang keajaiban Tuhan dalam hidupnya, satu hal yang paling nyata mukjizat pada ayah tiri saya adalah terjadi di mata nya yang sembuh total dari +/- nya, yang mana sebeulumnya dia menggunakan kacamata yang tebal sekali, tidak bisa berbuat apa2 tanpa kacamata, kira2 tahun 95an gituk perubahan itu terjadi. Sampai sekarang ayah tiri saya adalah seorang yang fanatik terhadap agama. Pernah sesekali keluarga kami mau dihabisi oleh orang sekampung dan bahkan kelurga sendiri, dimana pada waktu itu ada upacara adat tahunan yang dilaksanakan setiap 1 tahun 1 kali namanya Berpantang (Ba' Lala'), peraturannya adalah "Jika orang kampung keluar dari kampung itu sendiri dalam masa ba'lala' maka akan di denda. Dengan sengaja ayah saya melanggar peraturan itu dan berkata "yang mereka buat itu adalah berhala, nyembah patung-2, perdukunan" lalu terdengar perkataan seperti itu oleh orang kampung bertindak sesuai hukum adat yang berlaku, karena sama-2 emosi, waktu itu ibadah minggu baru saja selesai dilaksanakan dan orang-2 kampung berkumpul dirumah kami dengan saling debat sampai bapak pendeta kami di usir kalo tidak mau keluar dari kampung maka akan dibunuh, dan rumah kami sudah diteriakin "Bakar saja rumahnya, dia bukan orang kita" mereka bilang seperti itu, kami sekeluarga (1 rumah berkumpul diruangan) sampai ada yang tanya minyak tanah atau bensin, saya menangis saya melihat ibu saya dan semua keluarga saya pasrah, tapi Puji Tuhan semuanya itu tidak sampai terjadi dan akhirnya keluarga kami di hukum adat, entah kenapa setelah peristiwa itu acara adat ini tidak diadakan selama 2 tahun, sekarang diadakan kembali. sekitar tahun 2000-2003 gereja kami mulai kacau, karna tidak ada pendeta yang mau melayani di tempat kami, al hasil ayah saya yang selalu membawa Firman Tuhan setiap kali ibadah (ayah saya tidak pernah ikut pendidikan theologia) saya gak tau kok dia bisa membawakan Firman Tuhan dan diterima oleh jemaat. dan gereja kami makin kacau karna sebagian ingin ada gembala yang bersedia untuk melayani di gereja kami. Boleh dibilang gembala silih berganti selalu tidak betah sepertinya, dan akhirnya ada 1 organisasi gereja yang baru, mereka mengadakan KKR di kampung kami dan menawarkan pelayanan di tempat kami, akhirnya sebagian setuju sebagian tidak, termasuk saya tidak setuju karena saya pikir cara-2 yang dilakukan oleh pihak ini salah, bermaksud menggembalai domba-domba orang. Dan mulailah selisih faham saya dengan ayah saya, saya ingat persis watu itu tanggl 25 Desember 2003 saya di usir dari rumah oleh ayah saya karna tidak mau ikut ke gereja dia yang baru, akhirnya saya keluar dari rumah dan tinggal dengan abag saya, dari situlah saya pernah berjanji dalam hidup saya dengan kata hati seperti ini "SAYA TIDAK AKAN PERNAH MENGINJAK KAN KAKI LAGI DIGEREJA" dan itu saya lakukan selama kurang lebih 4 tahun, terkadang saya rindu ke gereja tapi tidak bisa karna ingat perkataan itu, entah kenapa setiap kali saya berpikir mau kegereja tapi saya malu karna saya pasti orang baru dan pasti tidak bisa inkut menyanyi digereja itu selalu dalam hati saya, singkat cerita, setelah saya merasa saya ini hidup sendiri dan tidak ada teman saya merasa jenuh, setelah saya selesai melanjutkan pendidikan di pontianak selama 1 tahun akhirnya saya diterima kerja di salah satu toko komputer dan situ saya mulai menggali semua kemampuan saya di bidang komputer, dan ketika saya lewat di depan gereja GKII Maranatha Jeruju Pontianak, saya sempat berpikir "ini gereja atau apa yah?kok gak ada tanda salibnya" ?saya berpikir seperti itu dan hari-2 saya melewati jalan itu dan saya memperhatikan plang yang ada didepan, dan pikir saya ah ini paling kantor kecil-2an, selalu pikiran saya tidak puas dengan melihat gereja itu. Setelah pag-2 hari minggu saya pengen ke gereja itu dengan pakaian rapi, bawa Alkitab, trus masuk. Waktu itu tekat saya memang harus ke gereja itu saya sudah siap-2 tapi kepikiran lagi "gimana kalo itu bukan gereja wah nanti gak enak dilihat orang jalan kaki, rapi bawa alkitab lagi padahal gak ada gereja disana" akhirnya pakaian dan alkitab saya saya simpan lagi, hari demi hari minggu demi minggu selalu mikir gereja, karna tempat saya bekerja adalah non kristen saya harus minta izin dulu dan di izinkan, pada minggu terakhir saya bangun pagi-2 sekali duduk didepan jendela toko saya sampai sekitar setengah 8 waktu itu saya melihat 1 orang anak Tuhan namanya Kornius, trus saya panggil "mau kemana"? dia bilang "Ke gereja, ikut gak, kamu kan orang melayu" dia tanya "Oh bukan saya orang kristen, aku mau ikut" saya bilang dan rela-rela nya si saudara Kornius nunggu saya dan akhirnya saya bisa ikut ibadah di GKII Maranatha walaupun tah kemana lagu, entah kemana suara saya nyelonong karna gak tau lagu apa dan puji Tuhan sampai sekarang saya bisa beribadah memuji Tuhan lagi. Terima kasih Tuhan...
Inilah cerita kehidupan rohani saya yang saya alami sepanjang hidup saya hingga sekarang ini, masih ada kesaksian hiudp saya yang lain, nanti lain waktu saya akan muat artikel baru tentang diri saya.
Mudahan bermanfaat bagi para pembaca......
Bagi anda yang mempunyai pengalaman hidup yang sifatnya history (sejarah) perjalanan hidup anda silahkan kirim via email di gkii.maranatha@gmail.com
Terima Kasih Tuhan Yesus Memberkati
Kesaksian Suparto (Part 1)
Inilah cerita kehidupan rohani saya yang saya alami sepanjang hidup saya hingga sekarang ini, masih ada kesaksian hiudp saya yang lain, nanti lain waktu saya akan muat artikel baru tentang diri saya.
Mudahan bermanfaat bagi para pembaca......
Bagi anda yang mempunyai pengalaman hidup yang sifatnya history (sejarah) perjalanan hidup anda silahkan kirim via email di gkii.maranatha@gmail.com
Terima Kasih Tuhan Yesus Memberkati
Kesaksian Suparto (Part 1)


Bagi rekan dan saudara, yang mempunyai kesaksian tentang kehidupan pribadi, keluarga, pacar dan lingkungan sosial dan dalam kehidupan rohani anda silahkan kirim melalui via email : maranatha@gmail.com atau ringkasan dalam kertas dan kirim langsung di Gereja GKII Maranatha Jemaat Maranatha Jeruju Pontianak,
BalasHapus